Slawi

Stasiun Slawi awalnya merupakan sebuah halte yang dibuka pada tanggal 25 Agustus 1885 bersamaan peresmian jalur kereta api lintas Tegal-Slawi. Lintas sepanjang 14 kilometer tersebut dioperasikan oleh perusahaan kereta api swasta Javasche Spoorweg Maatschappij (JSM). Tahun 1886 JSM meresmikan jalur kereta api lintas Slawi-Balapulang.

Namun akibat mengalami kerugian, pada tahun 1892 lintas Tegal-Balapulang dijual kepada perusahaan kereta api swasta Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS). Setelah mengambil alih lintas Tegal-Balapulang, SCS mengubah jalur kereta api menjadi jalur trem. Pada tahun 1895 lintas tersebut dibuka kembali untuk umum.

Semasa beroperasi Stasiun Slawi lebih difokuskan sebagai pengangkutan barang, terutama gula. Keberadaan jalur trem di wilayah Slawi berada tidak jauh dari lokasi suikerfabriek (pabrik gula). Stasiun ini mengangkut gula hasil produksi Pabrik Gula Kemanglen dan Pabrik Gula Dukuhwringin. Untuk pengangkutan penumpang dibedakan menjadi tiga kelas yakni kelas 1, kelas 2, dan kelas dua khusus pribumi. Pada tahun 1898, terdapat tiga kali perjalanan trem pergi-pulang yang melintas Stasiun Slawi dalam lintas Tegal-Balapulang.

Letak Stasiun Slawi sangat strategis, terlebih dari segi ekonomi. Stasiun ini berada tidak jauh dari pasar (kini dikenal Pasar Lawas) dan juga perkampungan Cina yang memanjang di sepanjang jalan. Pada saat itu orang Cina sebagian besar berprofesi sebagai pedagang. Tidak jauh dari stasiun terdapat pandhuis atau rumah gadai (kini disebut pegadaian).

Peta St Slawi rev

Lintas trem SCS yang melintas di Slawi berada tidak jauh dari pabrik gula, peta tahun 1919. (Sumber: Maps.library.leiden.edu)

Loko D30104 di Slawi rev

Lokomotif D 30104 menarik kereta CR dan gerbong barang berhenti di Stasiun Slawi tahun 1980. (Sumber: Koleksi PBA)

Tampak Depan Stasiun Slawi 1990 rev

Tampak depan Stasiun Slawi tahun 1990. (Sumber: Spoorwegstation op Java)

Sumber :

  • Ballegoijen de Jong, Spoorwegstation op Java
  • library.leiden.edu
  • Marihandono, Djoko, Dari Konsensi ke Nasionalisasi Sejarah Kereta Api Cirebon-Semarang
  • PP No. 40 Tahun 1959 Tentang Nasionalisasi Perusahaan Kereta Api Milik Belanda
  • Subarkah, Iman, Sekilas 125 Tahun Kereta Api Kita 1867-1982