KRD (Kereta Rel Diesel) dioperasikan untuk mengangkut penumpang komuter. KRD merupakan kendaraan yang mempunyai motor penggerak sendiri berupa motor diesel yang dipasang di bawah lantai. Pengoperasian KRD minimal terdiri dari dua unit. Di setiap unit terdapat satu kabin masinis yang dilengkapi alat kontrol untuk mengendalikan jalannya kereta.

KRD yang pertama kali dioperasikan di Indonesia yaitu seri MCDW 300. KRD MCDW 300 didatangkan pada tahun 1963 dari pabrik Glossing und Schlorer GmbH (Jerman) sejumlah 7 unit dengan formasi 1 set terdiri dari 2 unit dan 1 unit yang tersisa sebagai cadangan. KRD ini dioperasikan pada jalur Solo – Yogyakarta.

kuda_putih1

KRD ini menggunakan dinding dari bahan stainless steel dan memiliki bentuk khas mirip dengan bus sehingga dapat dikategorikan sebagai bus rel (railbus). Dengan karakteristik transmisi hidrolik dari Voith dan motor diesel sebesar 215 HP (horse power), KRD ini hanya sesuai untuk angkutan penumpang di lintas datar. KRD ini memiliki berat 32 ton dan panjang 18690 mm. KRD ini mampu melaju hingga kecepatan maksimum 90 km/jam.

Pada masa jayanya, KRD ini merupakan favorit bagi penumpang untuk menempuh Yogyakarta - Solo. Pada pertengahan tahun 1970-an beberapa unit KRD MCDW 300 mulai rusak karena tidak ada suku cadang. Bahkan KRD ini harus ditarik lokomotif diesel untuk tetap bertahan melayani penumpang. KRD MCDW 300 berhenti beroperasi sekitar tahun 1980 dan digantikan oleh KRD MCW 302 yang didatangkan dari pabrik Nippon Sharyo (Jepang). Dari 7 unit KRD MCDW 300, saat ini masih tersisa 1 unit saja berada di dipo kereta Solo.

Pada bulan Desember 2011, 1 unit yang tersisa dari KRD MCDW 300 dipindah dari Dipo Kereta Solo ke Stasiun Lempuyangan untuk dijadikan sebagai monumen statis dan kereta pustaka dengan perombakan interior dan eksterior.